HANYA ada suara dentingan jam yang terdengar di telinga. Hujan sepertinya tidak puas mencurahkan airnya dan membuat hari ini menjadi genangan luka. Mereka berkumpul—tepatnya setelah beberapa hari kepergiannya. Kepergian orang yang mereka anggap sebagai seorang pemimpin yang baik dalam kelompok mereka. Yang telah menarik mereka ke dalam sebuah alur kekeluargaan yang lekat dan dekat. Mereka seperti tidak punya tujuan lagi setelah kepergiaannya. Meskipun pada akhirnya, sebuah kalimat; life must go on, menjadi penentunya. Terpuruk? Sudah barang tentu! Tapi inilah kehidupan. Mereka punya alur yang harus dijalani dan mau tak mau juga harus dimaklumi. Tentang patah yang tidak bisa dikembalikan seperti sedia kala. Tentang Arkana atau Big Boss yang meninggalkan mereka untuk selamanya. Bukan hanya

