HUJAN deras—suasananya pas ketika merasa perlu meluapkan rasa sesak di d**a dan menangis sepuasnya. Ketika butiran-butiran air menetes dengan tidak biasa dan menempel di pintu kaca yang tertutup rapat dari dalam rumah. Seseorang mendudukkan diri di depan pintu kaca itu, menatap ke arah luar. Seperti berharap seorang yang pergi itu akan datang kembali. Tangisan mau seberapa banyaknya tidak akan pernah mengembalikan seseorang itu lagi. Seseorang yang begitu berarti dan sangat dirinya sayangi. Secangkir cokelat panas tersaji dan terlihat sudah dingin karena dirinya biarkan selama beberapa saat. Udara dingin menusuk, namun tidak ingin membuatnya beralih dari sana. Tak ada yang ingin dia katakan, seperti membisu dan membeku. Matanya mengarah kepada butiran air yang menjadi genangan membasahi s

