bc

Unspoken Word

book_age16+
1
IKUTI
1K
BACA
revenge
dark
family
royalty/noble
heir/heiress
drama
tragedy
bxg
campus
city
civilian
like
intro-logo
Uraian

Aria Kamila Raharja atau Reya. Penyanyi muda dengan segudang bakat tengah terbaring lemah usai mengalami kecelakaan. Dalam tidurnya itu, bagaikan kisah Sleeping Beauty yang terbangun oleh true love kiss. Reya bertemu dengan cinta yang membawanya ke petualangan baru yang belum pernah ia bayangkan. Namun, Reya tak tau bahwa dalam cerita ini banyak kata yang tak terungkap.

chap-preview
Pratinjau gratis
Chapter 1:Perkenalan
ARIA KAMILA RAHARJA Aria Kamila Raharja, nama yang cukup panjang. Berkat nama itulah aku dikenal dengan banyak ragam panggilan. Jadi, kalo ada yang manggil dengan nama panggilan tertentu, memoriku bisa kembali ke jaman panggilan itu berlaku. Ini daftar aku biasa dipanggil: Mila : Ibu dan Ayah Miya : Abang Kembar Iya/Yaya : Temen rumah, temen SD dan SMP Amil : Temen SMA, entah kenapa aku bisa dipanggil begini. Rara : Temen-temen komunitas lukis, mereka gamau aja panggil nama yang udah biasa dan familiar. That's the rule and I need to follow. Reya : Temen-temen kuliah. dan banyak orang lainnya memanggil aku. Aria Kamila Raharja : Guru/Dosen lagi ngabsen, atau Ibu lagi marah. XD Cukup banyak? Tapi itu bukan soalan buat gue, as long as you call my name or part of my name, i'll turn my back. Udah tau dong posisi gue sekarang lebih sering dipanggil apa ? Yaps, Reya. Tapi hal yang perlu kamu tau, dibalik nama Aria Kamila Raharja ini ada do'a dan pengharapan yang tersurat. Aria melambangkan keanggunan, kemuliaan, dan jiwa yang luhur. Dalam musik, "Aria" juga berarti melodi indah, mencerminkan harapan agar si anak membawa keindahan dan harmoni dalam hidupnya. Kamila berarti sempurna, utuh, atau penuh kebaikan. Mencerminkan doa Ayah dan Ibu yang berharap agar aku tumbuh menjadi pribadi yang bijaksana, berbudi luhur, dan menjadi kebanggaan keluarga. Nah kalau Raharja nama keluarga, tapi juga bermakna kesejahteraan, kebahagiaan, dan keberuntungan. Jadi, Aria Kamila Raharja berarti "Perempuan anggun yang mulia, sempurna dalam budi pekerti, dan membawa kesejahteraan serta kebahagiaan." Keren kan? ** M I L A Mila bagi Ayah dan Ibu adalah sebuah kata berwujud cinta, romantis ya? Mila adalah segudang harapan, karena semenjak SMP Mila tak pernah menyusahkan Ayah dan Ibu mengenai biaya pendidikan. Bukaaann, bukan karena beasiswa. Mila tak sepintar itu. Mila sejak remaja memang terlihat memiliki bakat yang luar biasa dalam bidang seni. Lukis ? Not good enough, lukis hanya salah satu bentuk keisengan. Mila berbakat dalam hal menyanyi. Dan kini menyanyi menjadi sumber penghidupannya, mengawali karir bernyanyi melalui musik sunda tradisional dan terus merambah bidang lain hingga kini mantap di genre pop. Ayah dan Ibu adalah orang yang tak pernah sedikitpun melarang Mila berkembang, terlebih Ayah. Karena ia amat sangat bersyukur atas talenta Mila yang luar biasa sehingga istri dan anaknya tidak terlantar dalam hal ekonomi. ekonomi yang kian memburuk selepas ia harus terus berada di kursi roda akibat stroke yang dialaminya. Awalnya Ayah tak pernah setuju Mila bernyanyi, namun kondisi berkata lain. Ibu melihat Mila selalu dengan tatapan yang dalam, tatapan terimakasih, tatapan haru, tatapan kasih dan bahkan kasihan. Ya, kasihan melihat anak bungsunya harus bekerja keras untuk menghidupi keluarganya. Mila selalu menjadi anak baik dimata Ayah dan Ibu. Ya, setidaknya biarkan Mila dirumah. ** M I Y A Alan Faishal Raharja dan Arman Fauzan Raharja, abang kembar yang tak pernah akur dengan adiknya Miya. Dalam setiap perdebatan, Miya selalu kalah. Jelas saja, mereka berdua dan Miya sendirian. Sepertinya kecemburuan abang kembar terhadap Miya yang lebih diperhatikan orang tuanyalah yang menyebabkan hal itu terjadi. Alan dan Arman juga mengikuti jejak adiknya di musik, namun peruntungannya kurang bagus. Entah bagaimana awalnya, mereka lebih terkenal sekarang di dunia modeling. Bolak balik mengikuti fashion show sampai keluar negeri hanya untuk berjalan dan dibayar. Setidaknya itulah yang Miya fikirkan. Namun beda dengan Miya yang disupport Ayah dan Ibu, karir abang kembar kurang support dati Ayah dan Ibu semenjak abang kembar berani muncul dalam majalah dewasa tanpa meminta ijin. Jelas saja Ayah dan Ibu kaget melihat anaknya tampil dengan pakaian seminim mungkin, beradegan mesra dengan model wanita yang juga berpakaian minim dinikmati jutaan mata. Belum lagi hasil kerja keras nya tapernah terlihat nyata. Setidaknya tak pernah bisa dinikmati oleh Ayah dan Ibu. Buat bisnis ketipu lah, bangkrut lah, main saham gagal lah, banyak cerita gagalnya. Yang sebetulnya Miya tahu kalau semuanya memang habis, untuk foya-foya. Ya setidaknya mereka nggak minta Ayah dan Ibu, juga nggak ngeganggu keuangan Miya. Dia gak ambil pusing. Itulah yang mebuat setidak akur-akurnya mereka bertiga tapi tak pernah berkonflik serius. Semacam love hate relationship jatohnya. ** R E Y A Dan ini aku, Reya. Perempuan berusia 21 tahun dan mahasiswa jurusan manajemen semester 6 di fakultas ekonomi dan bisnis di salah satu kampus negeri kenamaan di Kota Bandung. Temen kampus aku memang terbiasa manggil aku Reya, karena mungkin mereka pertama mengenal aku dengan nama itu. Ya, semanjak terkenal dan ngeksis sebagai penyanyi pop aku emang meninggalkan identitas Mila si penyanyi sunda tradisional menjadi Reya. Sebenernya itu permintaan manajemen aku dulu sih. But Reya sounds good for me. Aku punya temen akrab dikampus, Arimbi si cantik yang sundaaaa banget, lahir dan tumbuh di Cianjur jadi logat sunda nya tuh kentel banget. Megan sang kuncian Bandung, anak sulung Ibu Walikota Bandung ini memang kalo ditanya Bandung dia hafal betul, dari masalahnya sampe daerah-daerah nya pun dia hafal. Dan terakhir ada Mikael, pria ambon yang suka berlagak pake bahasa sunda yang keambon-ambonan, cita-citanya cuman pengen nikahin Arimbi, dan Arimbinya fokus. Fokus nolak Mikael. Mikaelnya sedih. XD Aku lupa sebenernya kapan, dimana dan gimana pertama kita ketemu dan saling deket, yang pasti ini baru pertama aku kenal deket dan temenan akrab sama orang. Saking cintanya aku sama mereka, kemanapun aku pergi nyanyi, mereka harus ikut dan dapetin backstage access, moodbuster sih mereke tuh sebenernya. Dan konyolnya mereka selalu bisa. Mungkin karena jadwal nyanyi aku yg emang gak padet kali yah. Sebulan cuman 5-8 kali. Bukan gak laku, sengaja dibatesin biar fokus kuliah. Fikir aku karir asal dijalanin dengan serius dan gak sampe vacum banget, fans bakalan ngerti kok. Daripada kuliah yang kalo aku tunda-tunda jatohnya kan jadi kelamaan kuliah, materi perkuliahannya gak masuk yang ada cuman numpang bikin ijazah S1 selama bertahun-tahun. wasting time. To be honest being a popular is not my life's goals. Aku emang suka nyanyi, tapi jadi terkenal bukan yang aku cita-citakan. Terlebih setelah terjun langsung dalam dunia musik dan menjadi sorotan publik, aku jadi gak punya ptivasi lagi. Hidupku seluruhnya jadi konsumsi publik, apapun bisa jadi pemberitaan dan jadi konsumsi publik, dari hal besar sampai hal terkecil. Kayanya kalo sampe aku makan di warteg pinggir Ciliwung juga bakalan jadi headline "Penyanyi Muda Indonesia Hidup Bersahaja Dengan Keseharian Makan di Warteg Pinggiran Sungai Ciliwung". Karena entah mengapa aku rasa in this society, not everything you see in the media reflects the truth. Aku makan di warteg ya karena aku suka, bukan being humble. Enak, Murah, kenapa? Ya mungkin ini pengaruh masyarakatnya yang lebih demen mandang dari sisi negatif. Jadi jarang-jarang tuh ada headline gede-gedean tentang prestasi. And I’m sick of it.

editor-pick
Dreame-Pilihan editor

bc

Trapped in My Future Boss

read
3.4K
bc

Gadis Tengil Milik Dosen Tampan

read
8.9K
bc

(Bukan) Istri Simpanan

read
54.4K
bc

Menyala Istri Sah!

read
4.5K
bc

(Bukan) Cinta yang Diinginkan

read
21.9K
bc

Desahan Sang Biduan

read
56.8K
bc

Godaan Hasrat Keponakan Istri

read
16.4K

Pindai untuk mengunduh app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook