Melewati segala kepenatan yang terjadi dalam kehidupannya, Arum terkadang merasa letih sekali. Ia ingin sekali menyandarkan bahunya pada seseorang yang mampu mengerti dirinya dan hidupnya. Yang ingin mendekati Arum sangat banyak namun sungguh hatinya hanya tertambat pada lelaki yang saat ini jadi suaminya. Kadang saat keletihan itu tiba dan Arum ingat bahwa Tuhan telah menganugerahkan Hendrik dalam hidupnya keletihan itu mendadak sirna. Ia seolah punya semangat baru bagi hidupnya. Ia seolah punya kekuatan yang membuat dirinya tersenyum kembali. Ya, begitu indah memang, Tuhan menciptakan hubungan lelaki dan perempuan agar mereka saling menyayangi, saling mengisi dan saling berbagi kasih. Meski sungguh, seringkali hubungan Hendrik dan Arum terhalang oleh perasaan-perasaan yang menyertai. Ya

