I Hate You

3558 Kata
Bab.3 I hate you *** Pagi pukul 08.00 WIB. Hari selasa jam pelajaran matematika diawal pelajaran, seorang guru sudah siap dengan penggaris dan buku paket tebal ditangan nya, raut wajah nya tak pernah senyum dan wajah nya khas orang Medan. Yah hari ini pelajaran bu Bonar, Ia tergolong guru killer di Siliwangi. Herlin duduk manis menatap guru itu datang, Selly diam dengan buku tulis yang sudah ia siapkan dari lima menit lalu. Namun genk di pojokan masih bising dengan suara gitar yang dipetik. Genk yoga kini tengah bernyanyi lagu – lagu iwan fals. kali ini si Tito dengan gips ditangan nya masih bergoyang-goyang jempol dan menikmati nyanyian si budi. "si budi...kecil kuyup mengigil,...menahan dingin,.tanpa jas hujan,,,disimpang jalan tugu pancoran,,,tunggu pembeli jajakan Koran,,,," Mereka asik bernyanyi ,dengan petikan gitar oleh Jerry, Lalu bu Bonar menghampiri mereka dengan penggaris kayu di tangan. "HEI_MAU NGAMEN JANGAN DISINI...MAS-MAS!!!" Teriak bu bonar menyebutkan anak murid nya dengan sebutan mbak atau mas,yoga neloyor Tito yang masih geol jempol dan mata nya yang asik merem. " Diem!" bentak Yoga. " Pagi, Bu.." Ucapnya Santai. " KALIAN INI MAU BELAJAR ATAU MAU NGAMEN!! KELUARKAN BUKU KALIAN." Ucapnya setengah teriak kesal karena sepagi ini sudah berisik. Seperti dipasar saja. " Biasalah, Bu. Kalau gak dibawa happy nanti otak kita ngebul, dan muntah angka – angka." Ledek Yoga. " Kamu itu Yoga! Sudah nilai – nilai kamu anjlok. Ditambah semua ulangan kamu yang tidak pernah dapat nilai bagus. Kamu harus ikut les saya, atau kamu cari les diluaran supaya ujian nanti kamu lulus! Ngak peduli ayah kamu pemilik sekolah atau bukan, mau direktur atau apa, jika kelakuan kamu terus begini. Bagaimana kamu mau lulus dan kuliah nanti." Yoga Diam. Ia mengangguk saja. Gigi mereka di pamerkan pada bu Bonar, yoga hanya diam menatap bu bonar, namun bu bonar berusaha tak melihat wajah yoga lagi, murid yang membuat dirinya berkali kali kena peringatan dari ketua komite sekolah dan kepsek. karena sering mengeluarkan anak murid di jam pelajaran. Tapi kali ini penggaris kayu itu, hinggap dikepala mereka masing masing, terkecuali kepala yoga. Pleetak.. pletakkk.. pletakk,,," " Dasar pembuat onar!!" gerutunya. " awas ya kalu rebut lagi selama jam pelajaran dimulai.!" Ancamnya. Tiga pukulan itu berhasil kena penggaris kayu bu Bonar dengan mata yang hampir melotot meloncat keluar seperti sundel bolong. Selly tertawa melihat mereka, tertawa lepas dan begitu bahagia. Membuat Yoga beralih melihat senyuman selly, yang berhasil di sadarkan selvy untuk diam. " Ssttt, Berisik. Sell. Tuh mereka liatin elo." Selly langsung menutup mulutnya dan fokus melihat papan tulis. Sedetik tawa itu langsung berhenti. "Sekarang perhatikan baik- baik. Soal ini pasti akan keluar disaat kalian ujian." Ucap Bu Bonar serius. menutup mulut nya Selly memperhatikannya baik – baik. Meski yang lain tak bisa konsentrasi.Tapi dirinya malah menyukai pelajaran ini. Membuat bu Bonar terkagum-kagum. Dengan cepat Selly dapat menjawab pertanyaan yang membuat otak kusut, ngebul, dan panas. Ia menuliskan jawaban nya dipapan tulis. Membuat semua murid senyum – senyum, Anak baru yang dingin itu ternyata jago matematika. " Hebat! Si anak baru. Pinter juga.." Ucap Jerry. Sambil menyikut Yoga. " Ikut Les bu bona rajah udah! Ajakin sekalian si anak baru." Ledeknya. Yoga kembali kagum, anak baru itu selain berkarakter juga cerdas dalam pelajaran angka angka. Kali ini Selly mengikat rambutnya yang sebahu melihatkan leher putih dengan kerah yang masih bersih, ia tengah serius di akhir jam pelajaran matematika. Yoga masih memandanginya penuh. Dengan senyuman dibibirnya. Membuat ketiga temannya heran dan saling sikut, melihat Yoga masih tengah Fokus pada Selly yang masih mengerjakan pelajarannya. " HEI..! YANG DIBELAKANG SINI MAJU.." teriak kembali bu Bonar. " Kalian kerjakan soalnya atau tidak? Mana saya mau lihat. Yoga , Jerry, Andi, Tito. Maju kalian!" Panggilnya. Mereka setengah lemas maju dan membawa catatan. Melihatkan catatan kepada bu Bonar. " Apa ini, semuanya salah!!. Kembali kerjakan!" Usirnya pada Jerry yang maju terlebih dahulu menihatkan catatannya. " Ini juga! Sama saja!!" bentaknya. Pada Andi. " Ini lagi si keriting. Belum diisi sama sekali!! KALIAN ITU SERUS TIDAK!!" kesalnya. " Mana punya kamu Yoga!" Bu Bonar melihat tulisan Yoga dan jawabannya, Ia mengamati lamat- lamat jawaban Yoga, mengerutkan keningnya dan mendelik. " Dapat nyontek darimana?" Tanya bu Bonar. " Ini buku siapa? " Tanya kembali tidak percaya. " Itu, Itu buku saya. Emang ibu ngak tau kalau saya itu pintar! Ngak usah les ajah saya udah pintar." Jelas Yoga Sombong. " Bohong! Ini buku siapa." Cecar Bu bonar. " Ini buku saya, tuh..., lihat didepannya nama siapa bu." Jawab Yoga kesal. " Oke, baiklah. Kalau kamu serius kamu bisa mengerjakan soal ini. Tapi aneh kenapa kamu mendadak pintar. Yoga." Ucap Bu bonar Heran. " Saya pintar udah bawaan lahir, bu." Jawab Yoga bangga. " Sudah sana balik lagi." Usir bu bonar. Ia kembali masih tidak percaya, selama ini Yoga tidak pernah mengerjakan soal darinya dengan benar. Sudah 2 jam otak mereka di buat ngebul bagai mesin mobil di tengah kemacetan dan siang hari. Membuat kopling mobil ngebul dan menimbulkan bau tak sedap bagai terbakar, begitulah otak mereka saat ini. 2 jam menikmati jam pelajaran matematika itu bagai siksaan pedih, menusuk nusuk otak dengan angka dan rumus. Bu bonar memberikan tugas di halaman LKS dari hal 11-14, soal soal yang cukup sulit untuk mereka yang menganggap matematika itu memang pelajaran yang tak pernah di sukai, paling paling mereka akan datang pagi-pagi untuk menyalin tugas dari bank yang terkenal dengan otak encer nya, kali ini ada tambahan bank matematika untuk sumber contekan. Mereka menatap melihat wajah Selly yang diam, dingin tak pernah bercanda, mereka menatap Selly penuh harap . Ayu sedikit lega, melempar tatapan pada Selly dan menghampiri meja selly ketika bu bonar sudah keluar, seketika langsung kembali ricuh seperti di pasar suara- suara yang tak jelas di tambah si Andi main lagi gitar, kali ini lagu Naruto. "Sell, besok lo kerjain matematika ya? dateng pagi-pagi ..." Ucap Ayu memohon , melihat selly hanya memandang nya dingin tanpa kata, tanpa syarat setuju oleh ucapan ayu. " Buat apa?" tanya Selly heran. " Buat contekan semua gengnya." Jelas Ayu. " Kan ketuanya udah pinter! So gak usah lagi, ayu datang pagi buat mereka salin. Enak banget otak mereka yu. Ayu yang mikir, mereka tinggal nyalin!" Ejeknya. Menatap bangku dipojokan yang tengah asik dengan gitar mereka. Jam bel istirahat berbunyi menyelamatkan dari satu jam pelajaran yang tak ada guru nya. Mereka membuang satu jam pelajaran dengan menggosip dan nimbrung dimeja teman akrab nya , mereka saling bergosip satu sama lain, Selvy mengajak Selly mengobrol tentang film korea yang membuat selvy baper. Terus ngomongin pacar siSelvy yang ketahuan selingkuh, Selvy. Tapi Ia semangat ceritaain putusnya dengan Aldo, anak kelas III IPS 1, ia selingkuh dengan anak kelas II -2, si centil Aima, cewek kerempeng yang sok cantik, yang beberapa kali berusaha ngegaet kelas III IPS/ IPA, ia terus mengincar cowok cowok tajir & ganteng. "Tauk gak sih, kalian. Gue udah putus dari Aldo. Gak pa-pa..., sih asal kan gue bisa deket lagi sama Haikal. Beneran gue putus sama Aldo gak bikin gue nyesel. Paling juga nanti si Aldo ngajak lagi balikan. Terus mutusin sicacing kepanasan, gatel, perebut pacar orang!" Rutuk selvy sebal. " Hmm.... Seperti biasa, Minta lagi balikan lagi. Tapi bakal gue tolak karena gue udah deket sama Haikal sekarang. Haikal mau terima gue kalau gue udah putus dari Aldo." Selvy membara menceritakan nasibnya pada Herlin, Santi, Ratih dan Selly yang hanya diam dengan headset ditelinga nya. Beberapa kali ia memutar ulang lagu kesukaan nya sebuah lagu avril lavigne ,where you gone. Selly Bangkit melihat Mereka Masih Asik mengobrol. "Kalian gak pada makan?" tanya Selly. Sambil membuka sedikit headset nya, menatap Selvy dan Herlin yang masih asik, lalu sadar akan pertanyaan Selly. Herlin dan selvy nyengir kuda kearah selly, namun selly keheranan melihat keduanya. Hanya nyengir . "Mereka pada puasa, sell ...." Cetus Ratih, melihat Selvy tak menjawab pertanyaan Selly ."biasa pada puasa senin –kamis!! Tambahnya melihatkan Raut wajah mereka malu. "WAH_ADA YANG PUASA?? teriak si Andi mendengarkan pembicaraan di Ratih dan Selly. "prikitiwwww ..., Selvy puasain aa ya?" ledek Andi dengan bangga pamer tampang m***m nya. Menegakan kerah seragamnya dan love you love you ala bibir mujair. "ELO TUH _YAAA!!!!' Sewot Ratih melempar si Andi dengan kertas yang di remas, hinggap di hidung Yoga yang sedang duduk mendengarkan music di handphone nya. Ratih meringis, bidikan nya meleset, si Andi ketawa puas liat mata Yoga membelak dan mendengus kesal. "Puas lo, bukan ken ague, Tapi kena singa. Hahahaha.." Ejeknya. Membuat Ratih menringis. "SIAPA YANG LEMPAR!!!" Teriak yoga kesetanan, suara nya menyembur hingga keruang kelas lain, suara riuh, berubah seketika di sulap menjadi hening seperti kuburan, Ratih masih berdiri. Selly melihat yoga bangkit berjalan kesal kearahnya, menendang kursi hingga jatuh jauh ke barisan kedua. Yoga kesal. Beberaka kali ia menendang kursi.ia terlihat temperament hari ini. Apa mungkin karena pengaruh matematika yang terlalu lama. Mood Yoga berubah Drastis. " Si Yoga lagi kesel, Tadi ada anak yang ngajakin Ribut pulang sekolah. Jadi jangan pancing emosinya sekarang." Bisik Andi. Menakuti mereka yang melihat Ratih hampir nangis. Selly menatap Ratih gemetaran, ia mengenggam jemari Ratih yang mulai dingin dan menghalangi Ratih dengan tubuh nya. Selly memasang badan ketika Yoga tiba dihadapan Ratih. Badan mereka hampir melekat dan nempel, nafas Yoga dapat tercium hangat melalui pernafasan nya. Matanya tajam melihat wajah Selly, lalu kembali mengedarkan pandangannya kearah belakang Selly. Ia menatap Ratih. Yang bersembunyi dibalik tubuh Selly. " Udahlah. Maafin Ratih!." Ucap Selvi gemetaran dengan mereka semua dibelakang Ratih. " Iya, Yog. Aku ngak sengaja kok. Tadinya mau lempar si Andi. Maaf.." Lirihnya. Ratih memohon maaf dan menangis. Melihat raut wajah Yoga seperti malaikat pencabut nyawa. Dan Nyata seremmm membuat gemetaran. Membuat darah seketika membeku. Dan lidah berhenti berucap ketika wajahnya begitu pedas dan dingin. " Lo denger kan. Ratih udah minta maaf! Jadi ngak usah sok jago sama cewek lemah. Dimana – mana. Cewek bukan tandingan elo, elo mau pukul atau apa. Cewek pasti nangis duluan. Jangan sakiti Ratih. Jangan samain cewek sama lawan elo berantem." Jelas Selly. " Jangan Ikut campur!" bentak Yoga. " Gue ikut campur! Karena elo mau nindas cewek lemah. Kalau Berani. Pukul gue dulu" Pinta Selly Ia memajukan wajahnya. Selly mendekatkan wajahnya, menaikan dagu, dengan jarak 5 centi dari wajah Yoga, Wajah Yoga berubah seketika, membuatnya merah dan diam terpaku. Mereka saling memandang. " Suittt..suittt....." Anak-anak dikelas melihat mereka bagai tontonan, Andi bersiul siul, yang lain malah berdecak kagum. "Sikatttttt mas bro, prikitiwwww..., lanjut,Yoga!!! Teriak Tito semangatt. disertai Andi bergitar ria dengan nada melody ST 12. "jangan,,,jangan kau menolak cintaku,,,???"jangan,,,jangan kau menolak cintaku,,,??? dari pojokan terlihat Andi semangatt melihat bernyanyi untuk yoga, yang membuat mata yoga melotot kearah nya. Selly menatap jauh kearah Tito dan Andi, Memperingatkan dengan matanya. Tito diam mencicit dan Andi kembali diam duduk dengan memeluk gitar . " Sumpah dah, tuh makhluk berdua. Cocok." Celetuk Tito. Entah Ada masalah apa dengan mata Selly. Ia adalah cewe dengan tatapan dingin dan juga s***s. Sama seperti Raut wajah Yoga. Mungkin mereka ditakdirkan dan berjodoh. Itu harapan terakhir dari Tito dengan gumamnya sendiri. Yoga masih diam memaku. Beberapa detik. Selly masih menatapnya menaikan kedua alisnya. "Lawan gue, pakai baju taekwondo. Buktiin kalau elo emang cowok sejati! Bukan lawan dengan cara begini. Mau mukul, nampar, nonjok muka gue silahkan.Gue gak takut! Jangan cuman BERANI SAMA CEWEK lemah!! BANCI!!" Desis Selly. Dengan Nada pelan namun membuat Yoga sedikit kesal. Intonasi kata ' Banci ' membeuatnya mendengus kesal. Hegh.. Dengus Yoga. Yoga tertawa kecil, ia memajukan wajahnya lebih dekat nyaris menempel hidung mereka, sebagian dari kelas iseng ngabadikan moment yoga dan si anak baru. Anak baru yang berkarakter kuat. Membuat seluruh sekolah gempar dengan cewek yang jago tae kwon do. "Banci ..." Sembur Yoga. Semakin dekat nafas nya, membuat Selly menjaga jarak terdorong ke belakang. Selly kembali bersikap Siaga. "Apa gue harus buka baju, disini!." Desisnya. " Buktiin kalau gue L_E_LA_K_I, bukan BANCI SEPERTI LO BILANG!!'' Ancam yoga semakin dekat. "Atau lo mau ini..." Selly mengernyit. Cuppp.. Kecupan hangat mendarat. Semua orang berteriak heran, dan mengelengkan kepala. Yoga mendaratkan bibirnya kali ini mendarat tepat dibibir perempuan, dan menempel, seperdetik setelah itu ia membelak membuka mata. Matanya membelak. Ia menahan nafasnya kembali. Yoga meringis. Bahwa cewek yang di kiss nya itu bukanlah Selly. Melainkan Ratih yang berhasil menggeser posisi Selly. Selly secepat kilat menarik lengan Ratih dan berhasil menghindar dari cowok sombong yang semena mena. Selly mendengus Dan Tersenyum melihatnya. Ia memangku tangan lalu bertepuk Tangan. Menatap pemandangan Yoga tengah memandang wajah ratih. Ia malu setengah mati. Plok..plok..plok.. "Selamat..." Ucap Selly datar. " First kiss." Ledek Selly. Yoga mengelap bibirnya sekilat. " Shitt!!!" Shitt, s**l s**l ELO SEMUA!!!" kutuknya. Ia marah – marah gak keruan. Selly senyum, dan keluar dari kelas. Selly Pergi keluar menuju Arah kantin. Ia senyum sepanjang Jalan. Selama Ia bersekolah di Jakarta ia tidak pernah menemukan Lelaki Ynag berkelakuan seperti Yoga. yang sering selly temui adalah Lelaki Playboy hidung belang tebar pesona. Dan mengejar selly Yng berwajah menarik dan unik. Prayoga mengelap bibir nya, merutuk jijik telah salah mendaratkan bibir nya kali ini, membuat Ratih menangis tanpa henti dan sesegukan. "ikhss ...." dengus yoga kesal dan jijik. Ia kocar-kacir ikut ninggalin kelas sama kayak Selly. Ratih tertelungkup dimeja dengan Herlin dan Selvy yang berusaha untuk meredakan isak tangis Ratih, bahwa semua yang terjadi adalah mimpi buruk. Anggap ajah semua itu di cium monyet lewat. "Udah _dong, tih. Anggap ajah tadi monyet yang lewat gak sengaja kiss elo." Mendengar ucapan dari Herlin , malah semakin membuat tangis Ratih semakin meledak. _________ "Anak baru ,ya_?" Tanya seseorang lelaki berkaca mata, berpakaian rapi dengan atribut sekolah lengkap dan buku tebal ditangan nya, cowok ini membuat langkah kaki selly terhenti. Ia berhenti memandang wajah itu dan menatap matanya. Ia mengulurkan tangannya untuk Selly. "OH...maap, saya Jonathan. Saya dari kelas III IPA 1, tadi bu bonar bilang, saya harus ajak kamu, ikut kelas MIPA , apa kamu berniat ikut kelas kami?" Tanya jonathan. "Oh...," Selly hanya mengangguk. Ia berusaha berpikir, "Nanti, saya pikir–pikir dulu. Bye." Selly berjalan melaluinya . Langkah nya kembali terhenti ketika Jonathan bertanya lagi. " Ng. Apa minat kelas, tae kwon do? Kalo minat besok datang ! untuk kelas MIPA diadakan hari jumat, setelah selesai sholat jumat!" Tapi untuk tae kwon do di hari minggu." Tambah teriak Jonathan berusaha supaya Selly mendengar nya. Selly membalik, memutarkan badannya dan senyum kearah Jonathan. ia mengangguk. Dan cowok bernama jonathan itu mengacungkan jempol. Ia tersenyum kearah Selly. " Saya tunggu." Ucapnya setengah teriak. Melirik Selly yang tegas berjalan kembali kearah kantin. Prayoga melihat pemandangan itu, pemandangan langka selama 2 hari ini, ia tak pernah melihat Selly begitu hangat menyambut perkataan seseorang apalagi laki-laki, terutama pada dirinya yang selalu bertatapan penuh kebencian. " Sikaca mata, s****n!" Kutuk Yoga. ___________ Selly duduk ditemani mie ayam panas penuh sayur dimangkok nya, tak ada banyak orang. Karena kelas yang lain belum istirahat, ia memang keluar dijam pelajaran yang hanya mendapat tugas, mengerjakan buku-buku, perutnya diisi mie yang masih panas, ditiup tiup mie itu, dan dikunyahnya perlahan, ia menambahkan kecap yang banyak tanpa sambal. Hanya sedikit saos. Karena Selly sangat membenci makanan pedas. Kembali ia meneguk jus jeruk yang banyak es batu, ia menatap mie yang sedikit kecoklatan membuat dirinya tertawa samar, karena ia sangatlah menyukai kecap. "Gak kemanisan, tuh mie_?" Selly mendongkak, kembali menatap seseorang yang tiba-tiba datang dihadapan nya bagai hantu lalu duduk tanpa permisi dihadapan nya. Yoga duduk didepan meja Selly. Ia memandang Selly yang sedang lahap memakan mie nya. Yoga mengacungkan tangan agar pemilik stand mie ayam. Menghampirinya. si pemilik stand mie datang dengan senyuman, dengan banyak keringat didahinya karena kepanasan dekat kompor, senyumnya mengarah kepada Selly yang tak sedikit pun terganggu dengan datangnya Yoga. Ia masih terlihat Lahap makan mie miliknya. "Den, Yoga mau pesen apa??" Tanya mas Mulyadi, pemilik stan mie ayam baso, dengan nota pesanan dimeja 3. Yoga menatap mangkuk mie Selly, yang membuat Selly menghentikan suapan sedetik lalu kembali lanjut memakan mie kesukaannya. Berusaha tak terganggu oleh Yoga. Mata Yoga melirik kearah mangkuk Selly. "Oh_" Ucapnya. Mas mul mengerti apa yang diinginkan Yoga. "Itu pesenan, neng Selly, mie ayam setengah mateng gak terlalu banyak kuah, sayur nya banyak terus pake pangsit basah nya 2, den." Jelasnya. " Mau?" tanya lagi mas Mul kearah Yoga. " Sana, sana Cepet buatin!" Yoga tidak mau mendengarkan Apa yang dikatakan Mas Mulyadi. Ia hanya menyuruhnya seketika berangkat dan menyiapkan pesanan miliknya. Yoga sekilat menyeringai kearah mata Selly yang masih acuh, Lalu ia selipkan senyuman manis yang tak dilihat oleh Selly. Selly meneguk kembali jus jeruk, meyeruput. Ia melirik mie pesanan Yoga. Yoga mulai menambahkan kecap. Membumbui seperti Selly menambahkan kecap yang berlebih. Selly melirik mangkuk Yoga dan tersenyum. Senyum dengan senyuman sinis. Selly merasa jijik pada tingkah yoga. Juga sebal. " Ikhhs.." Desisnya . Yoga Melirik tingkah Selly, dan menghentikan ia membumbui mienya dengan kecap. Selly Mengambil saos botol cabai, menambahkannya dan beberapa sendok sambal yang banyak kedalam mie nya. Sambal dengan sendok penuh. Beberapa kali. Yoga meneguk Lidahnya, Ia berfikir jika Selly benar benar menyukai pedas kenapa ia tidak membumbuinya dari awal. Ia terus memperhatikan Selly. Mengernyitkan kedua alisnya. " Yang bener tuh cewek makan sambal mpe setengah mangkuk gitu." Desis Yoga dalam hati. Ia masih bingung dengan apa yang selly lakukan. Ia masih berfikir bahwa Selly membuat lelucon. Agar ia mau menuruti apa yang dimakannya. Selly meluapkan kekesalannya melalui makanannya, Pedas ialah sebuah makanan yang paling ia benci, makanya kali ini dengan mulut yang memerah dan tenggorokan yang terbakar, artinya Selly berusaha memberi tahu pada yoga, selly begitu sangat membenci nya. Yoga melihat pemandangan Selly yang keringatan dan berusaha menahan tangis pedasnya, Selly masih memakan mie miliknya ditelannya hati-hati dan kembali memukul dadanya. Menahan makanan yang berusaha ia muntahkan namun tetap ia telan tegas dihadapan Yoga. Selly kembali nyeka keringat didahinya dan ingus yang hampir keluar meler. diteguk lagi jus miliknya. Dan kembali menghabiskan sebagian mie. " Hentikan!." Larang Yoga. Selly meliriknya. Ia menghentikan Suapan selama beberapa detik. Dan kembali menyendok mie. " Cukup." Teriak Yoga. Yoga menghentikan suapan Selly seketika, melemparkan mangkuk Selly jauh dan pecah, Prangggggg..... Mangkoknya pecah, pecahan mangkuknya seketika berserakan, Mienya tumpah dilantai. Mas mul langsung menghampiri mangkuknya yang pecah dan ngedumel gak keruan. Semua Orang melihat mereka dan menjadi pusat perhatian. Selly Bangkit. Tangan Yoga Reflaks menahan lengan selly, membuat Selly memicingkan matanya . " Ganggu makan gua ajah!" desis Selly datar. "APA Salah GUEE...? hakh_!!" Yoga marah ketika Selly berusaha bangkit dan pergi dengan mulut yang hampir terbakar. Ia melihat bibir Selly merah terbakar. Terlihat Jelas Selly tidak pernah makan pedas. Selly masih menahan bibirnya yang hampir bengkak. Reflaks. Membuat Selly tertahan, memaku, dengan pergelangan yang erat digenggam penuh oleh Yoga. "MINUMM ....!!!" Ancam yoga dengan air mineral nya. Selly memukul mukul d**a nya yang terasa terbakar, masih menahan rasa pedas yang gila dimulutnya dan lambung yang sensitive. Tanpa mengambil botol minum yang dingin menggiurkan lidah supaya dapat meneguk pelan. Mendinginkan kerongkongan dan lambung nya, namun masih di tahan. Selly meneguk ludahnya masih menahan keringat yang keluar tidak karuan dan mulut yang siap menjerit kepedasan. Ia masih berusaha menahan sebisanya. Yoga Bangkit, "G_E_N_G_S_I_, !! elo gengsi dapet minum dari gue?? Ok .., Fine. lo bayar sendiri." Lempar Yoga, masih menatap Selly yang tajam menatap matanya. Selly menangkap air mineralnya lalu diteguk dihadapan yoga, ia meronggoh mengambil uang 50 ribu dari saku seragamnya di letakan di meja kantin lalu, bangkit!! dan pergi dari hadapan Yoga . Ia pergi tanpa permisi atau ucapan apapun. Hanya wangi parfumnya yang menyembur meninggalkan Aroma Selly dengan aroma mawar. Yoga masih tidak percaya ia menggelang kepalanya. ada seorang cewek begitu egois, keras kepala, dan entah yang yoga pikirkan, ia hanya menatap punggung Selly berjalan santai dengan langkah kaki pasti. Melihat rambut yang sebahu berkibar tertiup angin, menghembuskan bau shampoo bunga mawar ataukah Parfum. Senyum mengembang dibibir Yoga. Ia kembali duduk dan mencicip Rasa mie Ayam yang menurutnya seperti semur kecap yang dimasak pembantunya dengan rasa manis dan membuat dirinya muntah. " Ah, Gila nih mie. Apa gula." Ia gila mencicip lagi meski rasa manis dimangkuknya membuat ia mual. Mas mul memungut sisa pecahan mangkuk yang pecah, melirik wajah Yoga yang masih cengengesan tak percaya, Ia tak diperhatikan oleh anak baru pindahan dari Jakarta. Mas mul ikut senyum kearah Yoga, mengambil uang di meja yang Selly berikan. "Den ..., yoga, suka sama neng Selly ya..." Tanya mas Mul malu malu dengan serbet piring yang berusaha menutupi setengah mulut nya yang ikut berkomentar. Yoga menatap mas Mul dengan penuh rasa tak percaya, ia mengernyitkan kening nya . Membuat mas Mul terpejam ketakutan, takut-takut ia akan seperti dibulan lalu, melemparkan gelas yang penuh jus kewajah mas mul, membuat kerusuhan dengan anak kelas IPS yang songong, dan sok ganteng. "Apa ..., muka saya kelihatan, orang yang suka dia, mas ...." Ucapnya gelisah. Melihatkan wajahnya pada mas Mul. Mas Mul mengernyit. Ia masih Heran dan berfikir. Perkataan dari mulut yoga yang berkata 'saya' bukan lagi "gue-elo' meski itu sama orang yang lebih tua. " kayaknya sih, Gitu. Den." Jawab Mas Mul hati- hati. Mas Mul senyum samar, dan langsung ditutup mulutnya lagi dengan serbet yang jatuh kelantai Dan disumpelkan yoga kali ini. Namun tak ada perangai marah atau kesal pada mas mul, dengan ala becandanya. Senyum mengembang dibibir Yoga, dan memegangi d**a. Mungkin dadanya terasa Sesak ataukah dipenuhi bayangan Selly yang cuek. " Gila, nih gue lama – lama.." Racaunya. Lalu bangkit. Entah apa yang di gumamkan seperti nya diri sendiri nya pun tak tahu apa yang sedang terjadi padanya. ***
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN