Pusing itulah yang dirasakan Fiona, hal ini membuatnya kesulitan untuk membuka matanya tetapi dia memaksakan diri untuk membukanya. Perlahan-lahan matanya terbuka dan cahaya lampu serasa menusuk matanya. "Di mana aku?" lirihnya, kondisinya lemah dan dia hanya bisa meminta maaf pada anak yang ada dikandungannya, lagi-lagi dia mengalami hal yang seperti ini. "Maafkan Mama, Sayang," ucapnya pelan. Fiona mencoba mencari celah untuk melarikan diri, tapi di sini pun tak ada pintu maupun sejenisnya. Dia menyentuh sesuatu dilehernya dan dia kaget kalungnya hilang sekarang. Apakah berarti suaminya tidak bisa menemukannya? Pikirnya pilu merasakan apa yang menimpanya saat ini. Fiona bahkan merasa jika perutnya sudah sangat lapar saat ini Jam berapa ini? Kenapa perutku sangat lapar sekali? Baby, be

