Bab 34

946 Kata

"Gimana perasaanmu sekarang?" tanya Rejav, mengabaikan Cici yang kini bernapas lega karena pria itu berhenti mengintimidasinya. "Mulai membaik, Om." Cici merenggut napas sebal, dirinya harus siap menjadi obat nyamuk di sini, pasalnya, kedua orang itu sedang sibuk bermesraan. Cici pun membuka ponselnya dan melihat jika seseorang telah mengiriminya pesan, dan dia adalah Geno. "Astaga, kita sampai lupa kalau Geno masih ngejar lo, Bin," beritahunya sembari menimpuk dahi sendiri, sampai-sampainya mereka melupakan satu pria itu, Cici sedikit merasa bersalah karena telah berjanji untuk membantu Geno agar Bintang kembali padanya. "Kemarikan hpmu, biar saya saja yang chat atau kasih nomornya," pinta Rejav, Cici menggeleng dengan perasaan yang was-was, dirinya tidak ingin terjadi peperangan di

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN