Bintang menatap Rejav dan Cici bergantian, ia mengembuskan napas, dirinya harus mengambil langkah ini, agar dia dapat berbicara dengan serius. "Om Rejav, Cici, kalian keluar dulu, aku mau bicara empat mata dengan Geno." Cici dan Rejav memandang Bintang heran, bukannya mereka pun akan membantunya, tapi sayang sekali, Bintang tak ingin ia diganggu dulu. "Sebentar saja," ucap Bintang, keduanya pun mengangguk lalu keluar, walau helaan napas terdengar dari mereka. "Bintang, siapa dia, kenapa dia ada di sini? Apakah dia pamanmu?" tanya Geno. "Pria yang tadi ada di sampingmu, merupakan tunanganku, Kak. Namanya Rejav Keswara," jawab Bintang, membuat Geno terkejut tak percaya. "Bintang, bukannya kita akan kembali?" "Aku gak pernah bilang seperti itu, Kak. Seberusaha apa pun kamu mau pun Cici

