Seperti yang telah disepakati sebelumnya, Friska akhirnya menemani Sani mengunjungi dokter kandungan. Kebetulan Steve pun masih ada pekerjaan di kampus jadi tidak bisa menemani istrinya ke dokter dan Sani sudah terlanjur membuat janji dengan dokter langganannya. Jika dibatalkan, akan sulit membuat janji dengan dokter yang sama lagi. Karena pasien dokter itu sangat banyak. Tentu karena dia terkenal ramah dan sabar menghadapi setiap pasiennya. Sani mendapat antrian nomor dua. Namun karena pasien nomor satu belum datang, jadi ia masuk duluan ke dalam ruang pemeriksaan bersama Friska. “ Wah! Nggak ditemenin suaminya, San?” tanya Bianca—dokter kandungan langganan Sani, yang juga menangani gadis ini sewaktu di rumah sakit dulu. “ Eh, enggak dok. Steve lagi sibuk.” Sani tersenyum lalu membar

