Wanita itu berjalan menyusuri jalan setapak, di sekelilingnya hanya terdapat deretan pemakaman yang tersusun rapih dan dihias cantik dengan rerumputan hijau. Beberapa bunga kamboja yang jatuh seakan menyambut kedatangannya di sana. Hampir setiap satu bulan sekali ia selalu menyempatkan diri datang ke tempat ini, meski jauh dari tempat tinggalnya sekarang. Melihat nama Alisa Larasati yang terdapat di sebuah batu nisan membuat wanita itu berhenti dan duduk di sampingnya. Wanita berambut hitam panjang itu pun meletakkan bucket bunga lily di atas pemakaman itu. “ Gue kangen sama lo, Lis. Gue kangen makan bareng lo, berantem sama lo, curhat sama lo... tapi lo malah ninggalin gue.” Ia tersenyum getir, mengingat masa lalunya yang begitu indah. “ Lo tahu nggak? Masa mantan lo itu udah nikah la

