“Sorry, San. Lo pasti trauma banget ya? Dia bener-bener b******k. Gue nggak nyangka. Baru kali ini gue ngelihat dia sebajingan itu,” ucap Areta dengan nafas memburu. Ia masih tidak bisa melupakan bagaimana brengseknya Albian yang datang menemui Sani setelah apa yang pria itu lakukan padanya. Datang seolah tak pernah terjadi apa-apa di antara mereka dan seakan ingin ‘mempermainkan’ sahabatnya lagi. Dia benar-benar iblis! Sani hanya diam duduk di sofa sembari menggenggam secangkir teh hangat di tangannya. Pikirannya sedang kacau saat ini dan fisiknya merasa begitu lelah. Hanya beberapa menit bertemu Albian sudah mengacaukan dirinya separah ini. “Untung kalian datang tepat waktu,” ucapnya yang merasa putus asa. Entah apa yang terjadi padanya jika Steve dan Areta tidak datang malam ini. Mau d

