Malam di rumah sakit itu terasa jauh lebih sunyi dibandingkan biasanya. Koridor yang beberapa jam lalu dipenuhi langkah tergesa para dokter dan perawat kini mulai sepi. Lampu-lampu putih di langit-langit menyala redup, menciptakan suasana dingin yang khas dari tempat di mana orang-orang bertarung antara hidup dan mati. Di dalam salah satu ruang perawatan khusus, Adrian masih duduk di kursi di samping ranjang Amaris. Sudah berjam-jam ia berada di sana. Sejak Amaris dibawa masuk dengan kondisi tubuh yang hampir tidak sadar, Adrian nyaris tidak pernah meninggalkan tempat itu. Bahkan ketika dokter meminta ruang untuk pemeriksaan beberapa waktu lalu, ia hanya berdiri di sudut ruangan dengan napas yang terasa berat, menunggu dengan perasaan yang tidak pernah benar-benar tenang. Sekarang
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


