"Kau sudah siap?" tanya Aditya ketika memasuki kamarnya, melihat sang bidadarinya selesai merias. Oh, tunggu ... itu tidak bisa dikatakan merias, karena wajah Bella terhalang cadar. Hanya gaun indah dan hijab yang menghiasi tubuhnya, sedangkan pada bagian wajahnya, ia hanya memberi bedak tabur bayi dan lipbalm seperti biasa. Toh ia sudah memiliki perona wajah dan lipstik alami yang Tuhan beri. Menjadikannya cantik dengan makeup yang natural. Bella melihat Aditya dari pantulan cermin yang ada di depannya—diam mematung. Entah apa yang sedang ia rasakan. "Aku rasa sebaiknya aku tidak perlu ikut," ungkap Bella. "Kenapa? Mereka pasti akan menanyakanmu. Ya, walaupun sebenarnya aku tidak suka kalau milikku ditatap oleh orang lain dengan tatapan seperti vampir yang haus akan darah. Oh Tuhan, ke

