Aditya's POV Kulangkahkan kakiku ke dalam istana tempat di mana semua kenangan bersama sang bidadari berhati malaikatku berada. Tak terasa dua tahun sudah raganya meninggalkanku dan kedua bidadari kecil kami dalam kehampaan. Aku teringat akan pertemuanku tadi siang di pemakaman bersama Prince Zaber paling menyebalkan yang pernah kutemui. Siapa lagi kalau bukan Nil Assala Zaber. Sungguh nama itu tak pantas tersemat dalam namanya yang berarti kemenangan dan kedamaian orang-orang, karena pada kenyataannya dia tak membawa kedamaian sama sekali di antara kami. Semua bertambah kacau setelah kami kehilangan Bella, bidadari kami. Kami saling menyalahkan atas apa yang terjadi. Andai aku bisa memutar waktu, mungkin aku takkan menyuruh Bella hamil lagi. Tidak, bukan berarti aku tak menyayangi buah

