Pria bernetra abu itu melangkahkan kakinya menuju rumah yang ia dan anak-anaknya kini tempati. Sayup-sayup gelak tawa terdengar dari kedua anak kembar yang sedang bermain di taman belakang. "Ya ... Ya ...." Celotehan gadis kecil yang sedang belajar berjalan itu terdengar bagaikan lantunan lagu yang merdu. "Ya ... Ya ...," panggil gadis kecil itu lagi. Dengan tertatih-tatih gadis kecil itu berjalan menghampiri sang ayah dengan riang gembira. Kedua tangan kecilnya direntangkan sambil sesekali jemari kecilnya meremas seperti tak sabar minta digendong. Pria yang merasa dirinya dipanggil pun menoleh dan tersenyum. Ia berjongkok, sedangkan kedua tangannya pun direntangkan menunggu gadis kecilnya menghampirinya. "Come on, Sweety," ujar pria bernetra abu itu. Ada rasa haru di hatinya. Gadis kec

