Surat Berharga

1592 Kata

Paul membuka pintu depan setelah bel berbunyi. Ia sempat melirik jam dinding yang menunjukkan pukul sepuluh pagi. Nampak dua orang petugas dengan seragam polisi berwarna abu-abu berdiri tegak dengan senyum tipis menghiasi wajah mereka. “Selamat pagi, Pak. Maaf kami mengganggu pagi-pagi begini.” “Kami coba tadi pintu pagar terbuka sehingga memutuskan untuk bertandang,” imbuh teman dari pembicara pertama. “Tidak masalah. Apa yang bisa saya bantu?” “Kami menerima laporan kalau penghuni di depan rumah Bapak ini tidak bisa dihubungi lebih dari tiga hari,” kata pembicara pertama sambil menunjuk ke arah rumah Malikah. Paul langsung teringat dengan percakapannya satu minggu yang lalu di rumah sakit. Ia telah berjanji tapi tidak ia lakukan. Ia benar-benar lupa. Ia fokus pada masalah Marco d

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN