Kepulihan Jiwoo

1584 Kata

Angin berhembus menerpa rerumputan, pepohonan, bunga, lonceng angin, bahkan dua orang yang kini sedang berdiri di sebuah taman di Kerajaan Elder. “Tolong jangan katakan hal seperti itu!” Itulah ucapan yang lagi-lagi Aruba ucapkan pada Adam, sementara Adam tetap terdiam dan tidak mengatakan apapun. Lelaki itu hanya memperhatikan Aruba yang terengah-engah saat menangis. Hal yang cukup membuat Adam terkejut. Ia juga memperhatikan pergerakan tubuh Aruba yang lainnya, dan menyadari jika tangan dari Raja tersebut bergetar karena ketakutan akan kehilangan seseorang. Satu hal yang kini ada di dalam benak Adam, ‘Apakah mereka yang telah hidup kembali itu bisa bernapas? Jika mereka menangis dan tertawa itu sudah bisa ia lihat, tapi apakah mereka kembali bernapas layaknya manusia hidup pada umu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN