ieri manteia (Ramalan Suci)

1192 Kata
Saat ini, seluruh pemimpin Kerajaan Bawahan Monitum telah kembali berkumpul di ruang perundingan seperti apa yang Raas katakan satu jam yang lalu. Raas yang memang belum dapat memikirkan jalan keluar dari permasalahan yang sedang mereka hadapi itu pun terdiam cukup lama di atas takhtanya tanpa mengatakan satu patah katapun, sehingga seluruh pemimpin Kerajaan yang ada di sana hanya bisa ikut terdiam dan menunggunya. Raas yang mencoba berpikir berulang kali itu akhirnya menyerah dan menghembuskan napasnya dengan cukup kencang. Ia pun menoleh ke arah sang Ibu dan bertanya, “Bunda… Jika sudah seperti ini, apa yang harus kita lakukan sekarang? Apakah Bunda memiliki sebuah pengelihatan untuk kita menyelesaikan masalah ini?” Itulah pertanyaan dari Raas pada sang Ibu yang memang memiliki keahlian melihat masa depan tersebut. Namun Ziona yang juga tak mendapatkan pengelihatan apapun itu menjawab pertanyaan Raas dengan sebuah gelengan kepala yang akhirnya membuat anak keduanya itu sedikit merasa kecewa. “Aku tidak bisa melihat apapun untuk permasalahan ini di masa depan, Raas. Sepertinya ada sebuah hal yang kuat yang menghalangi kemampuanku. Namun… Aku mengingat sebuah cara.” Ucap Ziona yang memberikan angin segar pada Raas dan para pemimpi Kerajaan lain yang kini tetap mendengarkannya. “Ikutilah ucapan dari Crown Imperial! Kita harus menemukan Find, dan membawanya kemari. Karena kemungkinan besar hanya dia yang dapat memberitahu kita mengenai kunci dari permasalahan ini. Dia adalah satu-satunya orang yang belum terpengaruhi oleh sihir Renascent!” Ucap Ziona yang kini menatap pada Raas, berharap jika sang putra akan menyetujui ucapannya tersebut. Raas terdiam ketika ia mendengar ucapan tersebut, ada sebuah rasa menyesal di dalam hatinya ketika ia mengingat kembali saat ia mengusir Find pagi tadi. Hal yang seharusnya tidak ia lakukan. Raas pun akhirnya menganggukkan kepalanya dan kembali menatap pada seluruh pemimpin Kerajaan yang kini sedang menunggu keputusan darinya. “Maafkan aku yang selalu merepotkan kalian semua! Tetapi kumohon untuk kali ini, bantulah aku!” Itulah ucapan yang Raas ucapkan pada enam belas Raja di hadapannya yang terkejut mendengar permintaan maaf itu yang seharusnya tidak Raas katakan. Karena mereka semua adalah Kerajaan jajahan dari Monitum, Kerajaan yang Raas pimpin saat ini. “Baginda! Anda tidak perlu berkata seperti itu, karena kami semua akan selalu membantu anda, Baginda… Kami akan selalu ada di samping anda!” Itulah ucapan yang di ucapkan oleh Raja Robert padanya yang di setujui oleh seluruh pempimpin Kerajaan yang ada di sana. “Terimakasih…” Raas tersenyum saat mengatakannya. Dan dari sanalah perjalanan Raas serta beberapa Raja dalam mencari Raja Find di mulai. Saat itu Raas pergi bersama Raja Robert, Raja Jiwoo, Raja Adam, Rahja Mart dan Pangeran Ea, yang memaksa ikut pergi bersamanya dengan membawa alasan jika Crown Imperial harus ikut bersama Raas mencari Raja Find yang akhirnya di setujui oleh Raas. (Jika ingin mengetahui perjalanan Raas dan para Raja lainnya mencari Raja Find di hutan Elder dengan lengkap, bacalah Novel Czar yang di post di Dream, pada Chapter 163.Hutan Elder) Raas memang berhasil menemukan Raja Find di dalam hutan Elder keesokan harinya saat mereka memutuskan untuk pergi dari Kerajaan Elder. Namun ada sebuah hal yang membuat Raas menjadi gelisah, yaitu ketika di mana Find tidak dapat mengotrol dirinya dan bercakap dengan Crown Imperial mengenai kemarian dari Crown Imperial yang sudah tinggal sebentar lagi. Saat ini Raja Find sedang berlutut dengan  kedua tangannya yang terangkat seperti terikat pada sebuah tali yang mengikat tangannya ke kanan dan kekiri. Posisi Raja Find saat ini terlihat seperti sebuah tawanan yang sedang di siksa, dan di hadapannya berdiri seorang pangeran dengan wajah seriusnya yang merupakan Crown Imperial. “Find! Katakan sekali lagi, mengapa kau berani menatap Raas seperti itu?!” Tanya Crown Imperial yang kini mendekati Raja Find dengan langkah yang pelan. Sementara Raas, dan Raja-Raja lainnya yang membantu Raas mencari Find itu hanya terdiam mendengarkan Crown Imperial mengintrogasi Find. Raja Find hanya memperlihatkan sebuah senyuman yang di iringi kekehan pelan dari mulutnya dan memberikan kesan menyeramkan pada siapapun yang melihatnya. Namun untunglah di dalam hutan Elder itu tidak ada banyak orang dan hanya ada mereka saja. “Bukan urusanmu! Dan jangan pernag ikut campur dalam urusanku ini… Wahai tangan pendosa, Crown Imperial! Urusi saja urusanmu mengenai ramalan suci yang mengatakan jika umurmu itu tidak akan bertahan lebih lama lagi!” Itulah ucapan yang di ucapkan oleh Find yang membuat Crown Imperial dan Raas membelalakan mata mereka. Sementara para Raja lainnya tidak mengerti dengan apa yang baru saja Find katakan, karena ia menggunakan sebuah bahasa yang tak dapat mereka mengerti. Crown Imperial yang merasa terhina pun akhirnya geram dan berteriak, “Kurang ajar! Katakan hal itu sekali lagi!” Ucapnya seranya menatap pada Raja Find dengan tatapan tajam miliknya, ia pun berjalan dengan sangat cepat sehingga ia dapat berdiri tepat di hadapan Find saat ini. Ketika tatapan tajam itu menatap tepat ke dalam iris mata Find, sebuah hal terjadi menimpa Raja yang telah bangkit kembali dari kematiannya itu. “AAAaaahhhkkkk!!” Find berteriak dengan sangat kencang dan terlihat kesakitan. Ia yang tak bisa lepas dari posisinya itu pun hanya bisa berteriak dan meronta-ronta, seakan tubuhnya saat ini sedang di siksa oleh sesuatu yang tak dapat mereka lihat. Beberapa detik kemudian, baik Raas, Jiwoo, Robert, Mart maupun Adam. Mereka dapat melihat dengan tiba-tiba luka sayatan yang muncul di tubuh Find yang meronta-ronta itu. Darah segar pun mulai membasahi baju dari Raja yang kini terikat oleh mantra dari Crown Imperial. Bahkan bau darah juga mulai tercium di hidung kelima Raja tersebut. Siksaan yang di berikan oleh Crown Imperial itu tidak berlangsung sebentar, hal itu berulang kali Crown Imperial lakukan hingga di mana Find menjawab pertanyaannya dengan benar. Dan meyakinkan Crown Imperial jika Find sudah tidak lagi di kendalikan oleh sihir Renascent. “Apa yang kau inginkan?!” Tanya Crown Imperial untuk kesekian kalinya. Dan dengan napas yang terengah dan tubuh yang bergetar kesakitan, Find menjawab, “Haahh… Hah… Kembalihhh…” Itulah jawaban yang di berikan olehnya yang terdengar sangat lemah. Akhirnya Crown Imperial melepaskan mantra pengikat itu dan membiarkan tubuh Find terjatuh ke atas tanah. “Bawa dia!” Itulah yang Crown Imperial katakan pada keempat Raja Kerajaan Bawahan yang ikut bersama Raas itu, yang kemudian segera menghampiri Find dan mengangkatnya. Sementara Crown Imperial berjalan kembali untuk keluar dari hutan Elder. Ketika Crown Imperial menghadap pada Raas, ia terdiam dan mendengarkan pertanyaan yang Raas tanyakan padanya, “Apa maksudmu?” Itulah yang Raas tanyakan. “Find sudah sepenuhnya kehilangan kontrol akan dirinya!” Itulah jawaban singkat dari pertanyaan Raas tersebut yang sebenarnya bukan poin yang Raas tanyakan saat ini. Namun tetap Raas jadikan sebuah informasi yang penting. Raas yang belum puas pun kembali bertanya, “Lalu, apa maksud dari perkataannya tentang dirimu dan ramalan suci itu?” Kali ini Raas bertanya langsung ke inti pertanyaan sehingga Crown Imperial dapat langsung menjawab pertanyaannya tanpa harus berkelit lagi. Sementara Crown Imperial yang ada di hadapannya itu terdiam saat mendapatkan pertanyaan yang sangat ia hidari tersebut. “Hei!” Raas menepuk bahu Crown Imperial, untuk mendapatkan jawaban dari pertanyaannya. Namun sepertinya Crown Imperial memang menyembunyikan sesuatu dari Raas. Karena kini yang tersadar dari lamunannya bukanlah Crown Imperial, melainkan Ea yang langsung bertanya padanya, “Ada apa kak?” Itulah darinya yang membuat Raas terdiam dan menggelengkan kepalanya.  To be continued
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN