Suara helaan napas itu terdengar dengan jelas di telinga Aruba yang kini tidak dapat melihat apapun karena ada sesuatu yang menghalangi pandangannya. Ia tidak tahu bagaimana dirinya bisa berakhir seperti ini dan di mana keberadaan dirinya kini. Aruba pun meyakini jika ia telah kehilangan kesadaran dan kendali tubuhnya sejak siang tadi. Namun Aruba tak meyakini apa saja yang telah ia lakukan karena ia tidak mengingatnya sama sekali, berbeda ketika awal kemunculan dirinya kembali ke dunia ini. “Aruba… Kau dapat mendengarku kan? Hhh… Hhh…” Tiba-tiba terdengar suara seseorang yang dengan jelas berbisik di telinganya, membuat Aruba sedikit tersentak dan di saat yang bersamaan juga kebingungan. “Jiwoo?” Aruba pun memilih untuk meyakinkan dirinya jika memang benar suara orang yang tadi ber

