Chua: It's Okay (Ending) "Gue nggak apa-apa." kata gue meyakinkan orang-orang di depan gue. Biarpun gue sedih, nggak pernah sekali pun gue menunjukkan betapa sedihnya gue, seberapa banyak gue menangis. Gue yang lagi patah hati sama nggak, kayaknya nggak ada bedanya, kok. Cuma temen-temen gue aja yang berlebihan. Kalau biasanya kita nongkrong saat ada waktu luang aja, sekarang, mereka selalu berusaha meluangkan waktunya buat gue. Entah itu ngajak nongkrong di kafe, kadang Bang Anjas ngajak gue nongkrong di warung kopi sampe mau pagi. Kita ngobrol random, tapi lebih banyak Bang Anjas yang ngomong. Nggak jarang dia melucu, mengeluarkan banyak ekspresi seolah laki-laki itu bekerja keras buat bikin gue ketawa. Gue ketawa, kok. Bang Anjas, kan, lucu. Beda Bang Anjas, beda sama temen-te

