Alena mengikuti Miss Ara untuk keruangannya. “Duduk Alena.” Ucapnya pada wanita itu dan Alena sebenarnya malas untuk bicara sambil duduk karena saat ini hatinya sangat tidak tenang. “Aku mengerti sikapmu barusan, tapi kau harus tau Nyonya Reyno Gora, kalau saat ini suamimu harus bisa melakukan hal demikian karena …” “Untuk menjaga citra perusahaan, kan?” Ucapnya terdengar datar. “Yah, kira-kira seperti itu.” Jawab Miss Ara. “Tapi hubungannya dan Nikata sebenarnya tak betul-betul berakhir dan kau tahu tentang itu.” Ucapan ini membuat Alena merasa benar! “Ya … I knew it. Aku permisi pulang dulu.” Ucapnya pada Miss Ara dengan senyuman diwajahnya. “Alena, kuharap kau bisa bijak dengan masalah ini.” Pesannya pada Alena sebelum Alena benar-benar meninggalkan ruangan ini. Wanita ini berja

