Suasana dikantor pagi ini terlihat sibuk dan mereka juga sudah menyiapkan ruang meeting ini untuk menandatangani sebuah kesepakan untuk Nikata menjadi seorang BA di perusahaan ini. Sarah begitu bersemangat, walau itu bukan bagian dari mereka tapi rasa ingin tahunya yang sangat tinggi ini membuatnya beberapa kali keluar ruangan. “Sarah … pekerjaanmu itu sudah selesai apa belum sih?” Tanya Aldo pada Sarah. “Pak Ketuaaaa … sepertinya mereka enak ya bisa ketemu terus sama Nikata. Eh betewe ternyata bos kita itu memang memiliki hubungan dengan Nikata loh, kemarin kita berdua ketemu sama mereka di mall.” Sarah berkata dengan antusias. “Yang benar?” Akhirnya beberapa orang mulai tertarik dengan gosip itu dan mendekati Sarah. Sarah bersemangat sekali bercerita sedangkan Alena dia sangat kesal

