Hari pertama berangkat ke kantor dengan kendaraan masing-masing, Alena hanya meminta kendaraan biasa pada Reyno walaupun Reyno sudah membelikannya kendaraan mewah. Alena hanya tak ingin orang-orang curiga dengan dirinya. Awalnya Alena hanya ingin berangkat ke kantor dengan kendaraan umum saja, tapi jelas Reyno sangat keberatan membiarkan istrinya pergi dengan kendaraan umum. Di lobby dia bertemu dengan Sarah, dan kali ini wanita itu makin sumringah. “Kenapa? Kau sudah menentukan tanggal pernikahan?” Tebak Alena pada Sarah. “WOW! Kau luar biasa kak! Apa kau keturunan dukun? Ah maksudku cenayang, bahasa keren gitu.” Sarah berkata sambil cengengesan. “Ah jadi benar?” Alena juga sebenarnya asal tebak saja. “Yes! Tiga bulan lagi kami akan menikah, akhirnya penantian panjangku bisa berakhir

