Alena mendapati Reyno di salah satu ruangan yang biasa dipakai oleh Ara untuk mengerjakan semua pekerjaan kantornya, mereka saat ini sedang tinggal disalah satu Apartemen milik Ara, karena jelas kediaman yang mereka tempati lagi diawasi oleh orang-orang pencari berita. Raut wajah laki-laki itu terlihat sangat banyak pikiran, dia tak tega melihat orang yang melindunginya malah terlihat sangat rapuh. “Sayang, kamu mikirin apa lagi? Konfrensi persnya?” Alena berjalan mendekati Reyno dengan segelas jahe hangat, karena diluar sedang hujan sangat deras sekali. “Ah … kamu sudah pulang?” Reyno bertanya pada Alena dengan tatapan penuh keyakinan. “Ya.” Jawab Alena pelan, tadi dia izin kepada Reyno untuk membeli perlengkapan dapur sekalian menemui Nikata, tapi jelas bagian ini tak dia sampaikan.

