Dimas dan Fikri berada di teras belakang rumah untuk minum kopi bersama. Suasana langit malam ini tampak terang berderang dihiasi kerlap kerlip bintang dan sinar bulan purnama. Begitu indah. Keduanya duduk saling berhadapan di kursi taman. Malam minggu ini ia sengaja tak pergi kemana pun sebab baik ibunya maupun kedua istrinya tak ada yang mengajaknya. Fikri pun mendadak betah di rumah. "Saya tidak menyangka kalau kamu akan sukses membuat Ida hamil secepat kilat. Luar biasa hebat. Ku benar-benar jantan!" Fikri memberikan pujian entah cemoohan seraya menatap Dimas lekat berusaha menyelami isi hati dan pikiran lawan bicaranya. Ia sama sekali tidak sedang menjalankan misi penyelidikan yang diperintahkan bosnya. Ia hanya mengungkapkan rasa penasarannya saja. Seorang Dimas yang cuek dan seti

