Seperti yang dijanjikan oleh Dimas, Ida diajak melihat rumah barunya. Miko juga ikut bersama mereka atas permintaan Dimas karena pria itu merasa tak nyaman jika harus berduaan dengan istri barunya. Selama hampir sebulan menikah ia belum pernah tidur di kamar Ida. Miko sering bertanya namun Dimas selalu beralasan. "Kita sudah sampai!" Miko menunjuk ke arah rumah berpagar tinggi. Mulai tadi pagi ada satpam yang resmi dipekerjakan. Ia langsung membukakan pintu pagar saat tahu siapa yang datang lalu menyambutnya dengan hangat. Ida tercengang saat melihat pemandangan di hadapannya, sebuah rumah mewah dengan halaman yang luas. Ia tak pernah bermimpi untuk memilikinya. Tinggal bersama Miko dan Dimas di rumah mereka saja seolah masih tak percaya. Mereka pun turun. Dimas sengaja memarkir mobil

