"Kamu tidak perlu khawatir dengan ancaman Oka. Aku yakin ia hanya menggertak saja! Kalau dia berani muncul lagi dan berbuat macam-macam terhadapmu aku akan bertindak." Dimas mencoba menenangkan Ida yang masih terlihat ketakutan. Nafasnya masih tak beraturan. Pria itu memiliki banyak relasi yang bisa dihubungi untuk mengatasi pria jahat bernama Oka itu Ia juga bisa mengandalkan Johny untuk menjebloskannya ke jeruji besi Dimas lantas melepaskan pelukannya. Ia tersadar tindakannya bisa membuat Ida salah paham. Ia hanya berusaha menenangkannya, tak ada maksud lain. "Ayo kita pulang!" Ia meraih tangan istri mudanya itu dan menuntunnya menuju ke bagian farmasi untuk mengambil resep dokter. Ida sekarang sedikit lebih tenang. Pelukan Dimas seolah mengandung zat yang mampu mengendalikan emosiny

