Waktu terus berjalan, tak terasa usia kandungan Ida sudah menginjak enam bulan. Perut Ida tampak buncit, bobot tubuhnya pun sudah naik hingga 14 kg. Baik Miko maupun Dimas selalu memperhatikannya. Mereka semua tampak lega karena sampai trimester dua ini kondisi Ida dan bayinya sehat walafiat. Hampir tak ada keluhan yang dirasakan oleh ibu hamil itu. Hubungan Dimas dan Ida juga terjalin semakin dekat. Meskipun Dimas tak pernah menyentuhnya, ia selalu memperhatikan semua kebutuhannya. Dimas selalu ada saat Ida butuhkan. Pria itu menunjukkan perasaan sayangnya. Ia tak canggung lagi tidur satu ranjang dan memberikan pelukannya atau ciuman di kening dan perut istrinya. "Besok jadwal periksa kandungan Ida." Miko mengingatkan suaminya. Khawatir jika Dimas memiliki jadwal yang tak dapat diganggu

