Ponsel Miko berdering, di layar tertera nama suaminya. "Hallo, Sayang kamu dimana?" Suara pria yang berstatus sebagai suaminya itu terdengar nyaring diiringi oleh bunyi pukulan bola tenis. "Aku masih di tempat Ida. Kamu kesini ya nanti, jemput aku!" Miko mengabari Dimas tentang keberadaannya saat ini. Seharian penuh dirinya berada di samping istri kedua suaminya. Ia tak bisa buru-buru pulang ke rumah karena melihat kondisi sang madu yang seolah tertekan usai pertemuannya dengan pria bernama Oka, pria yang pernah dijodohkan dengannya. "Oke nanti aku jemput kamu ya." Dimas setuju. Pria itu saat ini tengah berada di lapang tenis, menghabiskan akhir pekan yang indah dengan rekan-rekannya. "Oke, sampai ketemu nanti." Miko memutuskan percakapannya. "Bye." Terdengar suara Dimas mematikan

