Hari yang ditunggu oleh Dimas untuk kembali ke tanah air akhirnya segera tiba. Ia merasa gembira akan berkumpul kembali dengan keluarganya. Dimas tak sabar bertemu Miko yang mendadak sulit dihubungi karena sedang berusaha menghindari dirinya. Bayangkan saja, lima hari tak ada komunikasi. Ia hampir mati menahan rindu. Seandainya tak ada kesibukan pekerjaan yang menghiburnya mungkin ia tak bisa lagi berdiri. Ia benar-benar dibuatnya gila. Beberapa hari ini makannya jadi tak teratur. Beberapa foto dan rekaman suara Miko yang dikirim oleh Ida pun tak cukup dijadikan sebagai obat penawar rindu. Ia juga ingin tahu kabar Ida dan calon anaknya. Meskipun tiap hari berkomunikasi tetap saja ia rindu menyentuh perut istri mudanya itu. Apa kabar bayinya. Pria bekaos polo warna biru dongker itu baru

