Usai makan malam bersama Dimas dan Ida, Miko bersiap untuk pulang ke rumahnya sebab waktu telah menunjukkan pukul tujuh.Ia tak terlalu khawatir karena kondisi Ida sudah membaik. "Aku pulang dulu ya!" Miko pamit untuk meninggalkan rumah Ida. Ia pun meraih tasnya yang tergeletak di sofa ruang tengah. Dimas seolah keberatan ditinggal istri tercintanya. "Aku antar ya!" Dimas memberikan tawaran. Ia khawatir jika istrinya menyetir di malam hari terjadi hal yang tak diinginkan. Terlebih ia pernah mengalami kecelakaan hebat beberapa bulan silam yang membuatnya tak bisa berjalan. "Tidak usah, aku pulang sendiri saja. Aku bawa mobil lagipula jarak rumah ini ke sana dekat sekali." Miko menolak. Ia bukan sosok orang yang gampang trauma akan hal buruk. Sekarang merupakan jadwal suaminya bersama Id

