Part 15. Lumpuhkanlah Ingatannya

1258 Kata

"Aku akan baik-baik aja, Ma," ucap Marco lembut, mencium kening ibunya, “di sana banyak yang butuh dokter bedah. Di sini aku cuma pengangguran yang makan gaji buta." "Tubuhmu butuh istirahat, Marco," protes Louisa pelan. "Biarkan dia pergi, Lui," suara berat Rayan terdengar. Pria paruh baya yang masih gagah itu menepuk bahu putranya. Rayan memang tidak banyak bicara, tapi matanya menyampaikan pesan sunyi antar lelaki yang paham bahwa dia tahu sang anak butuh tempat untuk menyepi. Ayah tahu kamu butuh lari. Pergilah. Sembuhkan lukamu dengan caramu sendiri. Marco mengangguk berterima kasih pada ayahnya. Namun, rintangan sebenarnya bukan orang tuanya, melainkan gadis cantik yang berdiri di depan pintu utama dengan tangan bersedekap dan wajah ditekuk. Alessia Vescari. "Minggir, Sia. Mas

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN