...menuju tempat di mana Marco berharap kematian akan lebih ramah menyambutnya... * Marco meregangkan lehernya. Bunyi krek pelan terdengar dari leher dan tulang belakangnya, membuatnya merasa sedikit lebih nyaman. Jok pengemudi SUV mewahnyai menjadi penjara sekaligus tempat saksi bisu betapa dia mengikhlaskan dirinya menjadi malaikat pelindung Raras selama satu bulan terakhir. Ini malam ketiga puluh dia menjadikan jok itu ranjang mewahnya ditemani asbak di dashboard mobil yang sudah menyerupai gunung berapi kecil yang mati. Puntung rokok menumpuk, abu berserakan mengotori konsol tengah yang biasanya licin mengkilap, bau asap rokok memenuhi mobil. Andai Alessia mencium, pasti adiknya sudah menyumpahinya habis-habisan. Marco melirik ke rumah di seberang jalan ke rumah Raras yang tampak g

