92. Menunggu Hari Esok

1785 Kata

Espen sudah merasa curiga sejak menghilangnya Starla selama satu malam. Lebih lagi ketika Starla muncul tapi tidak ada Groot bersamanya. Malah Isaac yang ia temui. Kecurigaan Espen semakin bertambah karena hari-hari berikutnya Groot tidak juga kunjung kembali. Padahal Espen mengenal Groot cukup baik. Pria itu adalah tipe orang yang tidak akan pergi tanpa memberi kabar apalagi ini menyangkut dengan tugas dan pekerjaannya sebagai salah satu bawahan Erik. “Selamat pagi, Tuan Jensen,” sapa Espen, masuk ke dalam ruang makan di mana Erik sedang sarapan di temani seorang koki yang berdiri di sampingnya. Adrie yang berada dalam balik dapur melirik sekilas pada kehadiran Espen lalu melanjutkan kegiatannya; memotong-motong buah dan sayuran. Wanita paruh baya itu nampak lebih acuh dan dingin sejak

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN