“Starla, tunggu!” Starla menoleh ketika suara pria memanggil. Dahinya mengernyit mendapati Coen berlari ke arahnya. “Eum, maaf menyita waktumu sebentar. Tapi ini.” Coen menyerahkan beberapa lembar kertas pada Starla. Meskipun bingung, Starla menerima. Wanita itu pun langsung mencoba membaca apa isi kertas tersebut. “Seperti yang kau tau kau masuk ke kelasku lebih terlambat dari pada yang lain. Mereka sudah memulai pelajaran sejak sekitar 4-5 bulan yang lalu tapi kau baru memulainya 2 hari. Aku tau, kadang kau tidak memahami pelajaranku di kelas, karena kosa kata dasar sudah kami lewati sejak lama,” jelas Coen, mengembangkan senyum yang mampu siapapun berteriak histeris. “Dan ini, mungkin bisa sedikit membantumu. Aku sudah merangkumnya semalaman dan membuat beberapa soal di dalamnya. J

