Saat Starla membuka mata, pemandangan pertama yang ia lihat adalah cahaya matahari yang masuk lewat jendela kamar. Memejamkan mata, Starla mengerang lemah. Mengumpulkan sisa tenaga untuk beringsut duduk. Tubuhnya terasa sangat pegal dan lelah. Starla mengernyit saat menyadari ia tidak lagi berada di red room. Ini adalah kamarnya sendiri. Padahal seingatnya tadi pas malam ia jatuh tertidur di sana setelah banyak sekali pelepasan yang ia rasa. “Selamat pagi.” Sapaan itu mengejutkan Starla, membuat wanita berambut hitam itu menoleh. Bibirnya terbuka tak percaya melihat Erik keluar dari ruang ganti, sudah rapi dengan celana bahan dan kemeja warna putih. Aroma segar parfum Erik tercium amat jelas saat ia berjalan mendekat, menggelitik indra penciuman Starla dan membuat sedikit hasratnya ti

