Hampir saja Helena mati terkecik oleh ketakutannya sendiri. Dia tidak bisa melupakan sorot mata lelaki itu saat di kamarnya tadi. Tatapan yang mengerikan. Begitu dalam menusuk matanya hingga dia tak mampu melihat siapa lelaki itu sebenarnya. Setelah menindasnya, yang bahkan sakitnya masih tersisa di rahang, kini Julian bersikap seperti peri. Dia benahi posisi kepala Helena dan meletakkan bantal empuk di belakang kepala. Wah, sempurna sekali aktingnya. Jika saja bukan karena tekanan dari Jacob dan perjanjian sialan lelaki itu dengan Julian, Helena mungkin sudah berada di pesawat lain. Helena pura – pura tidur, meskipun dia sadar betul dengan apa yang dilakukan Julian saat ini. Tanpa memandang keberadaannya, lelaki itu melepas pakaian dengan leluasa. Terlihat olehnya, tato bintang di teng

