Thorcelli kembali ke kantornya dengan senyum bangga. Dia duduk bersandar dengan kedua kaki di atas permukaan meja. Tubuh yang sempat merasakan siksaan dari anak buah Elmira itu dibalut dengan setelan jas hitam dan kemeja putih. Thorcelli membuatnya terlihat rapi dan menikmati itu meski darah dari luka – lukanya belum mengering. Seorang pria, yang tak lain adalah putra pertama Thorcelli, Alaric Rich, memasuki ruangan. Dia berhenti beberapa langkah dari meja untuk memberi salam. Bersamanya, dua wanita datang sebagai juru rawat. Mereka langsung mendekat pada Thorcelli dan mengobati luka – lukanya. “Anak buah Elmira datang untuk mengambil rekaman CCTV itu. Sepertinya, rencana berjalan sesuai dengan keinginan Ayah,” lapor Alaric. “Tentu saja. Jika tak bisa mengalahkan musuh dengan tanganmu,

