Julian di taman ketika Zein masuk dengan mobilnya. Dia menikmati udara yang terasa lebih hangat dari hari kemarin, sambil mengobrol dengan Mores lewat panggilan video. Mereka membahas panjang lebar tentang pengiriman baang ke China dan negara – negara lain yang telah dia datangi kemarin. Kedatangan mobil itu, memaksa Julian mengakhiri panggilan itu. “Aku akan menghubungimu lagi. Zein sudah kembali.” Dia tutup laptopnya sambil memandang ke depan. Agaknya, Zein tidak sendiri. Dia keluar mobil sambil berbincang dengan seseorang. Julian penasaran dengan sosok yang duduk di samping Zein. Pintu terbuka. Seorang wanita berambut cokelat gelap keluar dari kendaraan itu. Julian tersenyum. Sepertinya, Zein ingin menunjukkan kalau dia bukan lelaki pecundang. Julian tak berhenti mengamati hingga w

