Bisa – bisanya Helena tertawa di kala batinnya tersiksa. Sejak wanita itu melarikan diri dari rumahnya, Julian berpikir kalau Helena akan terluka. Helena akan sakit hati melihatnya bersama wanita lain. Hatinya pasti serasa dicabik – cabik. Namun, setelah membuntutinya hingga bersembunyi di balik dinding – dinding bisu itu, Julian menyadari bahwa dirinya tidak berarti apa – apa bagi Helena. Wanita itu hanya menganggapnya sebagai seorang pembunuh. Fakta itu membuat Julian kesal. Dia terlalu percaya diri dan menganggap kebencian Helena hanya kamuflase dari perasaan wanita itu yang sesungguhnya. Julian terlalu berharap. Haruskah dia membenci Helena sebesar Helena membencinya? Seharusnya memang seperti itu. Fedrick membunuh ayahnya tanpa alasan yang jelas. Pria itu tidak lebih dari seorang

