"Kenapa dia minum banyak sekali?" gerutu Julian sambil merebahkan Helena di atas ranjang. Dia lepas kedua tangan dari tubuh gadis itu, kemudian duduk di sampingnya. Dia pandang intens rupa ayu yang hanyut dalam lelap. Begitu tenang dan ... Julian bertolak dari peraduan ketika keinginan untuk menjamah raga Helena merasuk ke dalam jiwanya. Berusaha mengotori janji dan harga diri seorang lelaki. "Jangan pergi! Dasar pengecut! Kamu tidak akan bisa lari dariku. Aku akan membalas kematian kedua orang tuaku. Aku akan membunuhmu. Kamu harus mati. Dengar ... kamu harus mati." Helena merancu. Kaki dan tangannya bergerak - gerak seperti sedang mengejar seseorang dan menudingnya dengan kejam. Mendengar itu, Julian tidak jadi meninggalkan kamar Helena. Dia duduk di single sofa tak jauh dari kabinet.

