"Benar-benar gak nyangka ya." Pio meluruskannya tangannya di atas ranjang, menopang dagu. "Iya, padahal baru kemarin kita belajar dengan almarhumah." Riani menghela nafas, menatap pemandangan di balik jendela. Andini ikut menghela nafas. "Begini ya rasanya menerima kabar orang meninggal yang baru sekali dan kemarin kita temui." Riani menyenderkan tubuhnya ke kayu kaki ranjang, meluruskan kaki. Mereka tak nafsu makan di jam istirahat pertama, hanya diam menatap pemandangan di balik jendela UKS-- tadi Riani mau meminjam minyak kayu putih untuk kepalanya yang sakit, Pio bersama Andini menyusul dari belakang walau tidak diajak. Akhirnya, mereka bertiga berakhir di salah satu bilik UKS. Setelah bel masuk berbunyi, ketiganya sama-sama keluar dari ruangan UKS, hendak kembali ke kelas. "Sudah

