"Hei, apa kita pernah bertemu sebelumnya?" Pertanyaan itu terlontar begitu saja saat Andini punya kesempatan berdua dengan lelaki berkulit coklat dan berambut landak itu, Muhammad Yusuf. Kejadian sebelumnya. Pagi di jam 06.45 koridor sangat ramai, tidak ada jalan lurus searah yang kosong, tidak bisa berlari menuju kelas saking banyaknya murid yang berlalu lalang menuju kelas mereka masing-masing, sebab 5 menit lagi bel masuk akan berbunyi. Guru mata pelajaran masuk tepat waktu di kelas 1-3. Murid-murid menjawab salam, ketua kelas yang sudah terpilih melalui voting berdiri, memimpin sopan santun dalam duduk, menyeru semua penghuni kelas untuk membaca doa belajar bersama, di akhiri dengan tadarus Al-Qur'an, target khatam sampai naik kelas. "Hmm..." Guru mata pelajaran menatap sekeliling

