Esoknya di sekolah, Andini menanyai kelanjutan proses pertemanan antar teman laki-laki di kelasnya langsung pada Rain. Kali ini Rain tak lagi mencuri-curi kesempatan untuk menghindari Andini. "Eh? Apa maksudmu Andini?" tanya pura-pura bingung. Kening Andini langsung berkernyit melihat wajah bodoh Rain. "Jangan pura-pura tidak tau, gara-garamu aku jadi punya banyak masalah. Jadi bagaimana hasil pembicaraan kalian sore habis bel pulang kemarin? Apa saja yang mereka katakan?" tanya Andini menginterogasi, berkacak pinggang macam ibu yang sedang menasehati anaknya. Teman laki-laki sekelas Andini yang lainnya tadi sudah keluar kelas duluan, melambaikan tangan dengan senyum mekar pada Andini dan Rain. Andini merasa asing melihat mereka. Yusuf yang duduk di kursi sebelah Rain tiba-tiba berdiri

