Chapter 48

1050 Kata

Karena sudah tidak asing dengan kelas 1-3 nya lagi, semisal bangku Nana yang tak pernah berhenti dikerumuni, Pio yang sibuk mengulas pelajaran, Riani yang tak bergeming membaca buku kecilnya, Rain yang menatap sekeliling kelas dengan wajah ceria dan anak laki-laki yang sering meributkan hal tidak jelas di belakang kelas saat jam kosong dan jam istirahat, jadi Andini tidak merasa kesal lagi dengan suasana berisik yang mengganggu pemandangan bagi sebagian orang itu. Andini kembali fokus dengan tugas yang tetap ada saat jam kosong sekarang, Andini segara menyelesaikan semua soal yang ada hingga pikiran dan tangannya bisa diistirahatkan untuk sejenak. Saatnya bermenung, meratapi nasib, atau menunggu senja tiba sambil menyeruput kopi hitam tanpa gula, alias kopi pahit-- sepahit ancaman ibu And

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN