Sekembalinya Andini dan Pio dari masjid, Riani si gadis kaya yang baik hati dan tidak sombong menyodorkan 2 kotak ciki yang masih bersegel pada kedua temannya itu. "Nih." "Sangkyuu!" Pio menerima dengan senang hati, tak lupa berterima kasih. Andini ikut menerima, membuka langsung kotak cikinya, ngemil. "Berapa menit lagi bel masuk?" tanya Pio. Riani mengangkat tangannya, melirik jam tangan. "10 menit lagi. Kenapa?" "Ga apa-apa." "Oh." Andini melirik kursi belakang, tepatnya kursi Rain. Si tukang senyum itu masih belum nampak keberadaannya. Andini merasa jengkel, hawa di kelas hari ini juga terasa memuakkan. Ditambah dengan Riani yang tiba-tiba baik sampai memberinya ciki-- walau Pio juga diberi. "Nyari Rain ya?" tanya Pio cengengesan. Andini menyelidik. "Kenapa emang?" "Haha. Ga

