Chapter 42

1284 Kata

"Wah, pagi yang cerah," gumam Andini menatap langit-langit biru yang terang seterang masa depan Andini, disokong oleh matahari yang menghangatkan tapi keberadaannya masih patut dipertanyakan pagi ini, sebab tak nampak di belahan langit mana pun, bisa jadi sang matahari malu-malu kucing di balik bukit. Aty yang sudah kembali ke asrama tadi siang setelah 2 hari berturut-turut membantu orangtuanya di warung soto dan Ami yang sedang mengemut permen s**u menatap heran Andini yang sejak pagi tadi terkesan bagai anak senja, minum kopi, membuka jendela kamar, meregangkan tubuh, mengucap kata-kata puitis yang terlintas begitu saja di kepalanya. Lantas tiba-tiba detik ini sudah menggumamkan kata-kata yang mustahil akan keluar dari mulut Andini. 'Pagi yang cerah.' Sebagai teman yang baik dan peduli

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN