Andini memasang muka kusut saat guru sedang memperkenalkan dirinya pada semua murid. Bukan karena Andini tidak menyukai guru yang berdiri di depan kelas saat ini, tapi karena Andini melihat gadis yang duduk di kursi paling depan, di jajaran paling tengah itu. Andini tidak tau kenapa, tapi dia merasa was-was dan tak suka tanpa alasan yang jelas terhadap gadis dengan kerudung panjang dan penampilan muka yang tak kalah cantiknya dengan senior Nur. Andini tidak membenci perempuan cantik, karena Andini tau, dia tidak jelek. Tapi beda halnya dengan gadis yang duduk di bangku anak teladan satu itu, Andini jengkel dan merasa tak nyaman dengan gadis itu. Andini menyeringai karena wajah Ami tiba-tiba melintas dibenaknya. Andini bisa membayangkan apa yang dipikirkan si gesleng teman sekamarnya itu

