Chapter 25

1341 Kata

"Hei, aku menarik perhatianmu ya sampai kamu mengingat namaku?" sindir Andini, berlagak macam orang penting. Gadis kaya mendengus dengan muka mengejek. "Huh. Tidak. Aku hanya heran dengan orang yang baru mulai masuk kelas tapi sudah kena tegur guru. Ditambah, masih ada ya gadis dari sekolah agama yang suka ngeles dan membohongi guru sendiri di hari pertamanya masuk sekolah?" Pio menahan tawanya, menyumpal mulutnya dengan soto, padahal jika tertawanya tersembur kembali, aduhai... pasti sakit itu tenggorakan dan hidung Pio. "Ah bibir saya lagi kaku, Ustad, jadi butuh peregangan." Gadis kaya mengulang kembali jawaban Andini saat ditanyai ustad Imran di kelas tadi, meniru gaya dan nada bicara Andini, membuat Pio sempurna menyemburkan soto dari mulutnya, dia tertawa tak cukup sedetik kemudia

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN