10 menit berlalu, makanan yang sudah siap dibawa ke meja makan. Senior Bibi menghela nafas lega, menyeka keringatnya. "Kerja bagus, Andini!" seru senior Bibi sambil menepuk punggung Andini. Andini tetap saja menyeringai kaku melihat sifat seniornya yang satu itu, tersenyum paksa, senior Bibi berbanding 180 derajat dengan senior Nur nya. "Ya udah, sana kamu makan siang bareng yang lain juga!" seru senior Bibi, mendorong tubuh Andini meninggalkan dapur. "Eh? Kakak ga ikut?" bingung Andini. Senior Bibi tersenyum lebar, menggeleng. "Aku puasa." "Ooh. Ok." Andini melambaikan tangan meninggalkan senior Bibi, tidak ada untungnya berlama-lama di dapur, bisa-bisa nanti senior Bibi memintanya untuk jadi pemimpin dapur lagi. Mumpung ada di asrama, Andini ikut makan siang bersama penghuni asram

